EnglishFrenchGermanSpainItalianDutchRussianPortugueseJapaneseKoreanArabicChinese Simplified

Selasa, 01 Desember 2009

Stres...BMI Ingin Terjun Dari lantai 8


Entah apa yang menyebabkan satu BMI ini stres, Jemiatun yang berasal dari Desa Kajang, Purwosari Babadan , Ponorogo Jwa Timur ini sering mengigau sendiri di shelter. Bukan mengada-ada dan bukan lah suatu drama yang terjadi atas diri Jemiatun. Tingkah yang aneh terus di lakukan oleh Jemiatun tentu saja karena dia tidak menyadari apa yang sedang di lakukannya, berbagai omelan dan igauan terlontar dari mulut Jemiatun.
Nyaris semua temennya yang ada di Shelter itu tidak bisa tidur karena tingkahnya yang hampir semalaman menyanyi, joget dan bahkan sholat yang tentu dengan gayanya sendiri ia lakukan. Meminta kepada teman-temannya untuk meminjami mukena karena ia ingin sholat tapi doa yang seharusnya itu di lakukan dengan bahasa arab ternyata di lakukan dengan cara Jemiatun yang gak karu-karuan doa itupun campur aduk bahasanya. Ada bahasa jawa, bahasa Indonesianya juga dan di sertai pula dengan tawa dan tangis.
Jemiatun yang bekerja merawat seorang nenek sendirian itu, bertingkah aneh dan majikannya itu takut sendiri karena ulah Jemiatun yang sering bicara sendiri dan ngomel-ngomel sendiri, akhirnya nenek yang baik hati itu sempat membawa Jemiatun ke rumah sakit sebelum Jemiatun di kembalikan ke shelter.
Mungkin karena beban pikiran yang begitu berat ataupun tekanan-tekanan yang sedang di hadapi dalam biduk rumah tangganya, sampai saat ini belum tahu penyebab terjadi beban mental yang di hadapi oleh Jemiatun.
Bahkan Jemiatunh mengaku bahwa dalam beberapa hari ini ia mendapat ilham untuk meloncat dari gedung lantai 8. Mendengar pengakuan Jemiatun yang seperti itu kontan, teman-temannya yang ada di shelter pun ikut waspada dengan upaya menutup jendela gedung shelter itu. Tentu saja itu hal konyol yang menghantui pikirannya.
READ MORE - Stres...BMI Ingin Terjun Dari lantai 8

Rabu, 25 November 2009

Pemerkosaan Yang Terjadi Pada BMI Hong Kong




Kisah ini terjadi setahun yang lalu setelah kepulangan Mawar (bukan nama sesungguhnya) dari Indionesia. Kontrak kerja yang ke-2 telah selesai dan akhirnya dia pulang ke Indonesia berharap untuk menikah, dan pernikahan itu benar-benar terjadi dan terlaksana. Setelah pernikahan selesai akhirnya Mawar kembali ke Hong Kong lagi karena sang suami tidak seperti yang Mawar harapkan. Boro-boro kasih uang mbak katanya " lha wong kerja aja gak mau emang kami nanti mau makan apa?"...
Seloroh Mawar terlontar begitu saja dari mulutnya setelah saya ketemu di Causewabay minggu lalu. Tak malu-malu Mawar berkisah panjang lebar sama saya.
Tahun 2008 Mawar kembali ke Hong Kong lagi berharap mendapat majikan yang seperti dulu, baik, mengerti dan menghargai apa yang di kerjakan Mawar.
Di Taipo Mawar berada di majikan/Bos barunya...pekerjaan yang ringan serta majikan yang baek juga dia dapatkan, pekerjaan hanya merawat seekor anjing saja sama rumah besar di kawasan Taipo situ.
Bos perempuan bekerja dan juga bos laki-laki yang hanya ongkang-ongkang kaki di rumah sambil melirak-lirik pembantunya yang bahenol cantik dan sexy.
Dalam keseharian, Mawar berpakaian apa adanya dan layaknya menjadi seorang pembantu bahkan pakaian yang neko-neko tak pernah ia pakai selama dia melakukan aktivitasnya itu,"ini kata Mawar dan teman-temannya".
Namun tanpa dia sadari sang majikan laki-laki begitu memperhatikan setiap gerak langkahnya dalam bekerja, bukannya memperhatikan bersih tidaknya Mawar bekerja tapi ada maksud laen yang terpendam dalam hati si bos laki-laki.
Suatu kesempatan untuk beraksi bagi bosnya itu di saat nyonyanya sedang keluar rumah atau ke cina untuk berlibur.
Pada suatu hari saat Mawar sedang mengepel lantai saat itu pula majikan laki-lakinya mendekapnya dari belakang dan langsung membopongnya ke kamar dan Mawar sudah memberontak namun sang bos lebih kuat memeganginya dan akhirnya pemerkosaan itu terjadi, dan itu bukan sekali dua kali terjadi namun berkali-kali terjadi dengan ancaman agar si Mawar tidak mengadu ke nyonya dan di kasih uang tutup mulut untuk kebejatan bosnya itu. Mawar berontak dengan ini semua namun ia tak bisa berbuat apa-apa karena mengadu sama sang nyonya pun percuma toh semua gak ada bukti dan tak pernah di pergoki sendiri oleh sang nyonya. Dan nyonya juga begitu percaya kepda suaminya dan tak mungkin nyonyanya percaya kepada pembantunya.
Satu tahun sudah Mawar bekerja di Taipo, dia tidak tahan lagi dengan perlakuan majikannya laki-laki yang terus menyalurkan hasratnya itu kepada Mawar setiap ada kesempatan.
Akhirnya dia melarikan diri saat liburan dan langsung mengadukan perlakuan majikannya itu ke labour. Alhasil majikannya itu ketakutan dan mengakui segala kesalahannya itu dengan hukuman 2 tahun penjara dan uang ganti rugi kepada Mawar sebesar $30.000 Hong Kong.

READ MORE - Pemerkosaan Yang Terjadi Pada BMI Hong Kong

Minggu, 22 November 2009

Dianiaya, BMI Kabur Dari Rumah Majikannya


Lagi-lagi penganiayaan terjadi kembali pada BMI yang ada di Hong Kong, Suparmi yang berasal dari Kedungdowo, Solo Jawa Tengah ini terpaksa harus kabur/melarikan diri dari rumah majikannya karena tidak betah dengan sikap majikannya yang semena-mena terhadapnya.
Selama bekerja di Rumah majikannya, saai hujan datang malam hari, Suparmi sering basah kuyup di buatnya karena dia tidur di teras rumah majikannya tempat penjemuran baju yang tanpa pelindung di atasnya dan dengan alas kasur yang tipis.
Penganiayaan, di lempar benda dan pemukulan juga kerap di terima oleh Suparmi dalam kesehariannya bekerja, dia juga bahkan mencoba untuk melapor ke agen tapi apa yang Suparmi dapat bukannya perlindungan tapi malah di suruh bertahan. Kira-kira sudah 1 tahun lebih Suparmi bekerja di rumah majikannya itu.
Dengan kata-kata agensi yang menyalurkan dia bekerja di rumah majikannya ini bahwa Suparmi harus bersabar, BMI yang satu ini pun menuruti kata-kata agensynya di karenakan mengingat himpitan kebutuhan ekonomi keluarganya yang ada di Indonesia.
Namun karena Suparmi tidak tahan dengan perlakuan majikannya dalam kesehariannya ini maka Suparmi memberanikan diri untuk kabur dari rumah majikannya sambil memperlihatkan luka bekas penganiayaan yang di lakukan oleh majikannya.
Selain dalam keseharian Suparmi mendapatkan pukulan serta penganiayaan, majikannya juga tidak memberikan kepada pekerjanya ini makanan yang cukup untuk mengisi perutnya.
Majikan memberinya makan sehari 1 kali yaitu malam saja, itu juga tidak bisa mengenyangkan perutnya karena makanan itu hanya 3 sendok makan saja. Pagi tidak ada sarapan dan siang juga tidak ada yang namanya makan siang. Karena keadaan yang seperti inilah maka terpaksa Suparmi memberanikan diri untuk meninggalkan rumah majikannya dengan bantuan satpam gedung dan polisi setelah suparmi dapt perlakuan dari majikannya yaitu kepalanya di benturkan ke gagang pintu rumahnya.
Dan saat ini Suparmi masih tinggal di Shelter Koalisi Organisani BMI yang ada di Hong Kong (Kothiko) untuk menuntut majikannya di pengadilan dan ganti rugi atas perlakuannya selama ini.
Salam Sejahtera selalu.....
READ MORE - Dianiaya, BMI Kabur Dari Rumah Majikannya
BMI Fans Club © 2009 Template by:
ACATRAZZ