
Entah apa yang menyebabkan satu BMI ini stres, Jemiatun yang berasal dari Desa Kajang, Purwosari Babadan , Ponorogo Jwa Timur ini sering mengigau sendiri di shelter. Bukan mengada-ada dan bukan lah suatu drama yang terjadi atas diri Jemiatun. Tingkah yang aneh terus di lakukan oleh Jemiatun tentu saja karena dia tidak menyadari apa yang sedang di lakukannya, berbagai omelan dan igauan terlontar dari mulut Jemiatun.
Nyaris semua temennya yang ada di Shelter itu tidak bisa tidur karena tingkahnya yang hampir semalaman menyanyi, joget dan bahkan sholat yang tentu dengan gayanya sendiri ia lakukan. Meminta kepada teman-temannya untuk meminjami mukena karena ia ingin sholat tapi doa yang seharusnya itu di lakukan dengan bahasa arab ternyata di lakukan dengan cara Jemiatun yang gak karu-karuan doa itupun campur aduk bahasanya. Ada bahasa jawa, bahasa Indonesianya juga dan di sertai pula dengan tawa dan tangis.
Jemiatun yang bekerja merawat seorang nenek sendirian itu, bertingkah aneh dan majikannya itu takut sendiri karena ulah Jemiatun yang sering bicara sendiri dan ngomel-ngomel sendiri, akhirnya nenek yang baik hati itu sempat membawa Jemiatun ke rumah sakit sebelum Jemiatun di kembalikan ke shelter.
Mungkin karena beban pikiran yang begitu berat ataupun tekanan-tekanan yang sedang di hadapi dalam biduk rumah tangganya, sampai saat ini belum tahu penyebab terjadi beban mental yang di hadapi oleh Jemiatun.
Bahkan Jemiatunh mengaku bahwa dalam beberapa hari ini ia mendapat ilham untuk meloncat dari gedung lantai 8. Mendengar pengakuan Jemiatun yang seperti itu kontan, teman-temannya yang ada di shelter pun ikut waspada dengan upaya menutup jendela gedung shelter itu. Tentu saja itu hal konyol yang menghantui pikirannya.



